Kekuatan atau Kelemahan?

8 04 2009

kekuatan-or-kelemahan.jpg

kekuatan-or-kelemahan.jpg

Kadang-kadang kelemahan Anda dapat menjadi kekuatan terbesar Anda. Contohnya, ada seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang memutuskan untuk belajar judo, meskipun kenyataannya ia kehilangan lengan kirinya dalam sebuah kecelakaan mobil yang parah.

Anak ini mengawali pelajaran judonya dengan seorang guru judo Jepang yang sudah tua. Anak ini ternyata cepat pandai, sehingga ia tidak bisa memahami mengapa setelah tiga bulan berlatih, sang guru hanya mengajarinya sebuah jurus.

“Sensei”, akhirnya si anak berkata, “Tidakkah seharusnya aku belajar lebih banyak jurus?”

“Ini satu-satunya jurus yang sudah kauketahui, tetapi ini satu-satunya jurus yang perlu kauketahui,” jawab sang guru.

Meskipun tidak begitu memahami maksud sang guru, tetapi tetap memercayainya, si anak tetap berlatih.

Beberapa bulan kemudian, sang sensei membawa anak itu ke turnamennya yang pertama. Ia kaget pada dirinya sendiri karena ia ternyata memenangkan dua pertandingan pertamanya dengan mudah. Pertandingan ketiga ternyata lebih sulit, tetapi setelah beberapa waktu, lawannya menjadi tidak sabar dan menyerang; si anak dengan cekatan menggunakan satu-satunya jurusnya untuk memenangkan pertandingan. Masih terpesona dengan keberhasilannya, si anak sekarang memasuki babak final.

Saat ini, lawannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman. Untuk sementara waktu, anak itu tampaknya tertandingi. Khawatir si anak dapat cedera, wasit meminta time-out. Ia baru saja akan menghentikan pertandingan ketika sensei menyela.

“Tidak,” sensei bersikeras, “Biarkan ia melanjutkan.”

Segera sesudah pertandingan dilanjutkan, lawannya membuat kesalahan besar: ia melepaskan pertahanannya. Segera si anak menggunakan jurusnya untuk menjatuhkannya. Anak itu memenangkan pertandingan dan turnamen itu. Ia menjadi juara.

Dalam perjalanan pulang, si anak dan sang sensei membahas setiap gerakan dalam setiap pertandingan yang dilaluinya. Kemudian si anak memberanikan diri untuk menanyakan apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya.

“Sensei, bagaimana aku bisa memenangkan turnamen itu hanya dengan satu jurus?”

“Kau menang karena dua alasan,” jawab sensei, “Pertama, kau telah menguasai salah satu dari lemparan tersulit dalam judo. Dan kedua, satu-satunya pertahanan yang diketahui untuk jurus itu adalah, lawanmu harus memegang tangan kirimu.”

Kelemahan terbesar si anak telah menjadi kekuatan terbesarnya.

Dari: Bits & Pieces, August 15, 1996, Economic Press Inc.
Sumber: Linda’s Inspiration Pointe


Actions

Information

One response

18 04 2009
coolie

GO DIAMOND!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: